Penerbangan Dari dan Ke China Ditutup, Batik Air Ngaku Merugi

Penyetopannya Mendadak

ATMnews.id, Kota Tangerang – Maskapai penerbangan Batik Air bagian dari Lion Air Group mengaku merugi setelah penutupan sementara penerbangan dari dan menuju ke China mulai Rabu, (5/2/2020).

Sebelumnya PT Angkasa Pura II melakukan penutupan sementara penerbangan dari dan menuju China melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang. Hal itu menyusul mewabahnya Virus Korona sejak awal tahun 2020.

“Ya, rugi,” kata Chief Executive Officer Batik Air Capt. Achmad Lutfie di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (10/2/2020).

Namun, ia belum bisa memetakan dan menyebutkan seberapa besar kerugian yang diderita oleh maskapai Batik Air. Penutupan penerbangan dari dan ke China yang dilakukan PT. Angkasa Pura II terlalu mendadak.

“Belum kita hitung secara pasti, karena mendadak ini. Penyetopannya mendadak,” ujar Lutfie.

Ia melanjutkan, kalau ada beberapa unit pesawat yang menganggur lantaran tak bisa terbang ke China sejak pemberhentian itu. Walau menganggur, beberapa unit ditaruh di hanggar untuk dilakukan maintenance atau perawatan rutin.

“Biaya perawatan jalan terus iya, biaya belum saya hitung. Mendadak setopnya. Pokoknya dalam hanggar terus dibersihkan pesawatnya,” jelas Lutfie.

Sementara, untuk menutup kerugian yang dialami, beberapa rute penerbangan dialihkan dan dilakukan penambahan rute penerbangan domestik.

Beberapa rute domestik yang mungkin akan menjadi rute tambahan adalah kota-kota besar yang dikatakan Lutfie berpotensi ramai penumpang.

“Kita tambah frekuensi domestik, rute-rute yang menguntungkan seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan yang pergerakannya tinggi,” tutup Lutfie. (Hisyam)

 

Via Redaksi
Disarankan Untuk Anda
Komentar
Loading...