Belasan Desa di Kabupaten Tangerang Bakal Dilintasi Pipa Air Baku Karian-Serpong

Belasan Desa di Kabupaten Tangerang Bakal Dilintasi Pipa Air Baku Karian-Serpong

ATMnews.id, Banten – Belasan desa di Kabupaten Tangerang rencananya akan dilintasi pipa saluran pembawa air baku Karian-Serpong (KSCS).

Desa-desa tersebut terdapat dari empat Kecamatan dan dikabarkan telah masuk dalam penetapan lokasi pembangunan saluran air untuk kebutuhan air bersih wilayah Provinsi Banten dan DKI Jakarta

Wilayah tersebut adalah Kecamatan Solear yang terdiri dari Desa Cikasungka, Desa Cikuya, Desa Cikareo, Desa Cireundeu, Desa Solear.

Kemudian, Kecamatan Tigaraksa di Desa Cileles, Desa Bantarpanjang, Desa Tapos. Sementara, Kecamatan Jambe di Desa Jambe, Desa Rancabuaya, Desa Ancol Pasir.

Dan yang terakhir adalah Kecamatan Legok yang terdiri dari Desa Ciangir, Desa Babat, Desa Bojongkamal dan Desa Cirarab.

Kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Taufik Emil mengatakan, untuk jalur pipa tersebut pihaknya belum terkonfirmasi dari pemerintah pusat.

Sebab, kata dia, proyek pembangunan pipa dari waduk Karian di Kabupaten Lebak merupakan kewenangan Pemerintah Pusat yang dijalankan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR.

“Untuk koordinat jalur pipa, kami belum terkoordinasi dari pusat, karena pembangunannya kewenangan Ditjen SDA Kementerian PUPR,” kata Emil Taufik saat dikonfirmasi ATMnews.id beberapa waktu lalu.

Sementara menurut Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Hendarto, rencana pembangunan saluran pembawa air baku Karian-Serpong pernah disosialisasikan untuk dilakukan konsultasi publik di kantor Kecamatan Jambe, akhir tahun 2019 lalu.

Namun dia mengaku tidak mengetahui secara jelas hasil dari pertemuan tersebut, kemudian menyarankan awak media untuk bertemu Kepala Desa yang terkena jalur pipa KSCS itu.

“Sosialisasi pernah dilakukan di Kecamatan Jambe, tapi dari Kecamatan Tigaraksa diwakili Kasie Ekbang, nah untuk hasilnya saya belum jelas. Untuk lebih jelas teknisnya lebih baik langsung datang ke desa, kita hanya sekedar mengetahui,” ungkap Hendarto ditemui di Kantornya. (ari/hisyam)