Meski Ada Larangan Mudik, Jasa Marga Sinyalir Banyak Perantau Pulang Kampung

Perkirakan Puncak Arus Mudik Pada 21 Mei

ATMnews.id, Jakarta-Meskipun pemerintah menetapkan larangan mudik Hari raya Idul Fitri. Namun, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperkirakan puncak arus mudik 2020 terjadi pada 21 Mei 2020.

Manajemen tetap memproyeksikan ada puncak mudik karena disinyalir masih ada perantau yang pulang kampung di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlangsung.

“Puncak arus mudik terjadi pada H-3 Idul Fitri. Idul Fitri rencananya berlangsung pada 24 sampai 25 Mei 2020,” tutur Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Fitri Wiyanti dilansir Tempo.co, Selasa, (12/5/2020).

Arus mudik Lebaran 2020 diprediksi terjadi pada 21 Mei lantaran hari itu merupakan hari libur nasional, yakni Kenaikan Isa Almasih. Adapun puncak arus balik, kata dia, diperkirakan akan terjadi pada 25 Mei 2020 atau H+2 Lebaran.

Meski begitu, Jasa Marga memperkirakan lalu lintas mudik pada tahun ini bakal berbeda ketimbang tahun sebelumnya. Sebab, volume kendaraan mudik tahun ini diperkirakan menurun 62,5 persen bila dibandingkan dengan kondisi lalu-lintas harian pada masa PSBB.

Sedangkan, pada masa arus balik, volume kendaraan di jalan tol diprediksi melorot 58,7 persen. Penurunan volume lalu-lintas terjadi lantaran masyarakat telah berasumsi tidak akan melakukan mudik setelah pemerintah mengeluarkan larangan bepergian dari dan ke daerah PSBB atau zona merah.

Di sisi lain, berbeda dengan masa-masa mudik sebelumnya, Jasa Marga pada tahun ini belum merencanakan adanya diskon tarif tol. Sebaliknya, perseroan malah berencana menaikkan tarif sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam perjanjian perusahaan dan aturan perundang-undangan. (Rizki)

Apple Car Wash TangCity

Disarankan Untuk Anda
Komentar
Loading...