Baru Diresmikan Airin, Community Centre Pamulang Jadi Tempat Mesum
Penerangan Kurang, Tidak Ada Tempat Sampah
ATMnews.id, Tangsel- Community Center Pamulang Barat Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan setelah diresmikan Walikota Airin Rachmi Diany tanggal 23 Februari 2020 lalu, saat ini masih dalam pengawasan pihak kontraktor PT Ramai Jaya Purna Sejati.
Community Center berada di area seluas tiga Hektar dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga Tangsel. Namun, pembangunannya dilaksanakan Dinas Bangunan dan Tata Ruang menggunakan APBD sebesar Rp23 miliar dengan tahun jamak.
Di lokasi itu, tersedia lima Venue di antaranya lapangan sepakbola, basket, wall climbing, futsal, sarana kreatifitas serta skateboard serta BMX. Tak hanya itu, sarana ibadah mushola dan taman bermain anak, serta gelanggang budaya juga tersedia.
Sayangnya, kondisi Community Centre tidak seindah dan senyaman yang dibayangkan warga. Sampah plastik dan botol akan menjadi suguhan pertama bagi pengunjung lantaran belum tersedianya tempat sampah. Begitu pula ada beberapa bola lampu hias dibeberapa sudut, hilang dan ada pula yang sudah miring dirusak tangan jahil. Hal ini terjadi lantaran juga belum tersedianya CCTV.
Pengunjung, juga tersaji suasana gersang di beberapa sudut meskipun Community Center Pamulang digadang sebagai pemanfaatan ruang terbuka hijau.
Bila turun lagi ke halaman bawah, pihak Pemkot juga telah membuat sebuah tandon air ukuran kecil kedalaman 3-4 meter sebagai tampungan air untuk sanitasi.
Namun para orang tua mesti waspada bilamana anak-anaknya main air yang keruh itu, ataupun layaknya meniru orang dewasa dengan pancingan seadanya. “Deg-degan aja bila mereka tergelincir dan jatuh ke dalam air danau itu,” ungkap Nurma warga setempat saat jogging, Selasa (10/3/2020).
Penanggungjawab proyek Comunity Centre, Ujang mengaku tidak bertanggungjawab atas fasilitas yang belum tersedia. Kondisi gelap kerap dijadikan muda mudi berkumpul untuk berpacaran dan mesum. “Ranah kita kan selama 6 bulan ini hanya mengontrol bila ada beberapa yang tiba-tiba tidak berfungsi. Misalnya, kran toilet tidak jalan,” jelas Ujang.
Kata Ujang, untuk petugas keamanan di Community Center saat ini pun swadaya warga sekitar dan belum resmi ditugaskan dari dinas terkait. “Ya upahnya petugas OB dan Sekuriti sementara ini mengandalkan administrasi yang main futsal atau sepakbola,” ucapnya.
Sementara keluhan juga dari kalangan anak muda komunitas Skateboard bernama Ari dan Adi, seringkali teman-temannya banyak mengalah bila arena track Skateboard malahan dipakai bocah kecil bermain prosotan. “Kami pun kalau mau latihan malam hari juga mesti berhati-hati karena lampunya kan tidak terang pak. Jadi mohon pada Pemkot Tangsel dalam masalah lampu di arena Skateboard dan BMX bisa lebih terang. Bahaya lintasannya bisa bikin cedera,” tandasnya. (Sugeng)